TOPIK

MANAJEMEN PENDIDIKAN PENENTU MUTU PENDIDIKAN

OLEH : ELLY WAHYUDIATI

MAHASISWA MANAJEMEN INOVASI-UTS

 

 

Sering kita mendengar kata manajemen, namun banyak di antara kita tidak mengetahui pengertian manajemen pendidikan, fungsi dari management pendidikan itu sendiri apa, dan apa sajakah unsur-unsur yang terksndung di dalam manajemen pendidikan. Banyak orang bertanya – tanya tentang hal itu ,namun dengan berkembangnya tekhnologi dan berkembangnya Internet di Negara kita , kita dapat langsung mengetahui perkembangan management dengan mudah. Oleh karena itu, melalui artikel opini  ini saya akan memberikan pemaparan dan penjelasan mengenai pengertian, fungsi, unsur manajemen pendidikan dan pentingnya SDM dalam pendidikan.

Manajemen berasal dari kata “manus” yang berarti “tangan”, berarti menangani sesuatu, mengatur, membuat sesuatu menjadi seperti yang diinginkan dengan mendayagunakan seluruh sumber daya yang ada. Sedangkan Pendidikan berasal dari kata Yunani “educare” yang berarti membawa keluar yang tersimpan, untuk dituntut agar tumbuh dan berkembang. Jadi manajemen pendidikan adalah suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti laboratorium, perpustakaan, dan sebagainya untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan.( Redja Mudyaharjo,2019).

Sebagaimana kita ketahui Fungsi dari manajemen pendidikan ada 5 (sebagaimana pendapat Harold Koontz dan Cyril O’ Donnel yaitu :

1.        Planning- Perencanaan adalah sebuah proses perdana ketika hendak melakukan pekerjaan baik dalam bentuk pemikiran maupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil yang optimal.

2.        Organizing- mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.

3.        Actuating/Staffing-  menentukan keperluan-keperluan sumberdaya manusia, pengarahan, penyaringan, latihan dan pengembangan tenaga kerja.

4.         Motivating- dorongan yang mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan-tujuan.

5.        Controlling- mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab-sebab penyimpangan-penyimpangan dan mengambil tindakan-tindakan korektif bila diperlukan.

Sedangkan Unsur-unsur dalam suatu manajemen pendidikan sekolah harus memiliki 7 point penting, agar system pendidikan di sekolah tersebut bisa berjalan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh sekolah. Menurut Usman (2009) dan Henry Fayol unsur dari manajemen ada 7 M yaitu sebagai berikut :

1. Man (Manusia), berperan sebagai man power

Dalam  organisasi  atau  perusahaan,  diperlukan  untuk  memimpin,  menggerakkan karyawan/bawahan, serta memberikan tenaga dan pikiran untuk kemajuan dan kontinuitas lembaga. Sumbangan tenaga manusia disini dapat pula dinamakan sebagai leadership atau kewirausahaan;

2. Materia (Barang), material digunakan sebagai proses produksi dalam suatu perusahaan atau organisasi, dapat terdiri dari bahan baku, bahan setengah jadi, atau barang jadi;

3. Machine (Mesin), merupakan  kebutuhan  pokok  dalam  melancarkan  jalannya  suatu organisasi. Mesin berupa peralatan yang digunakan oleh suatu instansi atau lembaga. Baik itu peralatan yang modern maupun peratan yang masih bersifat konvensional;

4. Money  (Uang), Money /modal  dibagi  menjadi  2,  yaitu  modal  tetap  berupa  tanah, gedung/bangunan, mesin dan modal kerja berupa kas, piutang

5. Method  (Metode),  pemilihan  dan  penggunaan  metode  yang  tepat  digunakan  sebagai aturan atau cara-cara tertentu yang bertujuan untuk menghindari terjadinya Inefisiensi  dan  pemborosan.  Dalam  lembaga  pendidikan,  metode  pembelajaran  yang dibentuk oleh seorang guru sangat diperlukan dalam menerangkan pelajaran.Karena metode yang dipakai akan memengaruhi peserta didik dalam memahami pelajaran;

6. Market  (Pasar),  adalah  tempat  bertemunya  penjual  dan  pembeli  untuk  mengadakan transaksi,  dalam   lembaga  pendidikan  market  berupa  tempat  terjadinya  interaksi antara pendidik  dengan  peserta  didik  maupun  dengan  stakeholders  yang  ada  dalam  lingkup lembaga tersebut.

7. Minut (Waktu), merupakan waktu yang dipergunakan dan dimanfaatkan dalam pencapaian visi dan misi suatu lembaga secara efektif dan efisien.

 

 

Menurut pendapat saya masalah yang timbul setiap unsur-unsur di atas diantaranya adalah  :

1.      Man (Manusia ) Terkadang masih ada beberapa guru yang kurang disiplin  waktu sehingga menghambat proses belajar mengajar. Masih  ada  beberapa  guru  yang  kurang  paham  tentang  IT  terhambat  juga  dalam pelaksanaan  pembelajaran  yang  menuju  era  globalisasi  hampir  semua membutuhkan IT

2.      Materi (Barang)  ini  adalah  sarpras  dalam  suatu  lembaga  pendidikan  masih  ada banyak kekuarangan dibidang sarana dan prasarana kurangnya perlengkapan dalam pelaksanaan pembelajaran seperti meja kursi siswa seharusnya setiap siswa 1 meja 1 kursi tetapi masih banyak yang kursi 1 untuk berdua itupun keadaan sudah rusak

3.      Machine ( Mesin ) dalam era globalisasi ini semua diharapkan bisa mengopersikan alat-alat elektonik seperti  halnya  computer  dan  menggunakan  jaringan internet,namun masih banyak kekurangan dalam pengadaan mesin-mesin elektronik ini apalagi dengan jaringan internetnya masih belum menjangkau

4.      Money (Uang) dalam hal keuangan pendidikan saat ini tidak boleh meminta iuran dari orang  tua  murid  sekalipun  boleh  harus  melalui  proses  yang  rumit, dana pendidikan saat ini  adalah dari  BOS namun  kendalanya adalah  BOS dikeluarkan tidak tepat waktu yang seharusnya tiap triwulan namun terealisasi hingga 4-5 bulan baru keluar padahal segala kebutuhan pendidikan hanya dari dana BOS.

5.      Method (  Metode)  seorang  guru  dalam  pembelajaran  masih  banyak  yang menggunakan metode konvensional seperti ceramah sehingga dalam pembelajaran siswa kurang semangat dan kurang antusias

6.      Market (Pasar) Pendidikan adalah tempat bersaing berlomba-lomba dalam mencapai tujuan utamanya adalah hasil akhir dari sebuah pembelajaran terkadang dalam ujian masih ada kecurangan sehingga menghasilkan lulusan yang kurang baik.

7.      Minut (Waktu) pencapaian Visi dan Misi masih banyak kekurangan sehingga apa yang tertuang dalam visi terkadang tidak bisa tercapai.

Terkait uraian diatas, menurut pandangan saya, sang penentu dari 7 unsur manajemen pendidikan terkait peningkatan mutu pendidikan sekolah adalah unsur Man (manusia) karena Pendidikan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, karena pendidikan merupakan suatu usaha untuk menguatkan kualitas manusia yang berlangsung seumur hidup, dengan berpedoman pada pendidikan maka manusia akan dapat maju dan berkembang untuk mencapai kesempurnaan.

Unsur Man/Sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan adalah sangat penting, hal ini mengingat bahwa dalam suatu organisasi atau lembaga pendidikan, dapat maju dan berkembang dengan dukungan dari sumber daya manusia. Oleh karena itu setiap lembaga pendidikan atau organisasi yang ingin berkembang, maka harus memperhatikan sumber daya manusia dan mengelolanya dengan baik, agar tercipta pendidikan yang berkualitas. Adapun Sumberdaya Manusia dalam pendidikan meliputi kepala sekolah, tenaga pendidik (guru), karyawan, dan komite sekolah.

Kita ketahui dalam manajemen pendidikan terdapat manajemen sumber daya manusia  yang fungsinya mengelola unsur manusia dengan segenap potensi yang dimiliki seefektif dan seefisien mungkin guna mencapai  tujuan  pendidikan.  Mengelola unsur  manusia bukanlah hal  yang gampang karena manusia merupakan sumber daya yang memiliki akal, perasaan, keinginan serta memiliki rasio, rasa dan karsa. Berangkat dari hal tersebut maka manajemen sumber daya manusia memiliki tugas yang dapat dikelompokkan kedalam tiga fungsi yaitu: fungsi manajerial, fungsi operasional dan fungsi kedudukan manajemen sumberdaya manusia dalam pencapaian tujuan (Trion PB, 2005 :12).

Ø Fungsi manajerial dalam manajemen sumberdaya manusia di pendidikan memiliki keterkaitan yang erat dengan beberapa kegiatan seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Fungsi Manajerial harus bisa dijalankan oleh kepala sekolah. Seperti pendapat E. Mulyasa (2006:151) bahwa “Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tentang kependidikan yang tersedia di sekolah.”

Ø Fungsi operasional dalam MSDM meliputi beberapa kegiatan diantaranya manajemen pengadaan, upaya pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja.

Ø Dan fungsi ketiga adalah kedudukan manajemen sumber daya manusia dalam pencapaian tujuan organisasi secara terpadu, merupakan upaya-upaya yang bersifat integratif sebagai sebagian dari strategi manajemen sumberdaya manusia dalam mencapai tujuan pendidikan.

Dalam kaitan manajemen sumberdaya manusia dalam pendidikan terdapat tiga aspek penting sebagai sistem dalam pendidikan yaitu input, proses, dan output. Input pendidikan adalah segala sesuatu masukan yang tersedia karena untuk berlangsungnya proses. Input sumber daya manusia dalam pendidikan meliputi pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lebih baik. Dalam proses inilah fungsi operasional manajemen sumber daya manusia dijalankan dan ditujukan untuk mengadakan perbaikan.. Sedangkan,  output pendidikan adalah merupakan hasil kinerja dari proses yang merupakan hasil kinerja sekolah. Hasil kinerja sekolah merupakan prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualita sekolah. Khusus yang berkaitan dengan mutu output sekolah, dapat dilihat dari prestasi yang dimiliki atau dicapai sekolah.

Dalam upaya untuk menjalankan manajemen sumber daya manusia yang lebih efektif, ada banyak gagasan baru yang diperkenalkan kedalam sistem manajemen sumberdaya manusia sekolah, disertai dengan revisi terhadap gagasan lama yang sudah dijalankan sekian lama. Sebuah gagasan atau proses yang saat ini banyak menyita perhatian adalah manajemen berbasis sekolah. Setiap proses yang bisa mengembangkan manajemen sumber daya manusia di sebuah sekolah, pada akhirnya akan mampu mengembangkan kemampuan belajar para siswa.

Kita ketahui bahwa manajemen berbasis sekolah (MBS) dapat diartikan sebagai model pengelolaan yang memberikan otonomi (kewenangan dan tanggungjawab) lebih besar kepada sekolah, memberikan fleksibilitas/keluwesan-keluwesan kepada sekolah, dan mendorong partisipasi secara langsung warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan) dan masyarakat (orangtua siswa, tokoh masyarakat, ilmuwan, pengusaha, dan sebagainya.), untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan otonomi tersebut, sekolah diberikan kewenangan dan tanggungjawab untuk mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan tuntutan sekolah serta masyarakat atau stakeholder yang ada.

Sebagai penutup dari tulisan saya ini, semoga system pendidikan di Negara kita Indonesia yang tercinta ini bisa menerapkan sistem pendidikan dengan memperhatikan proses dan tidak hanya mementingkan hasil, sehingga tidak hanya mencetak orang pintar saja namun bisa mencetak orang pintar yang terdidik. Karena saat ini banyak sekali masalah yang muncul seperti korupsi, kolusi dan nepotisme, semua pelakunya adalah orang-orang cerdas/pintas bahkan ada yang bergelar doctor dan professor, padahal, tingkat pendidikan mereka tinggi. Jadi saya bisa menyimpulkan Pendidikan yang Tinggi Belum Tentu Menghasilkan Orang yang Terdidik. Oleh karena itu, saat ini sudah waktunya semua pihak ikut andil dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi,kolusi, dan nepotisme, melalui bidang pendidikan. Pendidikan tersebut dapat dimulai dari usia dini dengan orang tua sebagai pengajarnya di rumah. Orang tua di rumah juga harus berupaya dalam menciptakan calon orang terdidik dan bukan hanya orang pintar untuk masa depan Indonesia.


🌹TETAPLAH JADI PENUNTUT ILMU, IKHLASKAN NIAT KARENA ALLAH 🌹

 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar